Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Budidaya Ikan Uceng

 IKAN UCENG

Ikan uceng memiliki tubuh yang kecil ramping dan memanjang, panjang tubuhnya maksimal 10 cm disertai ciri-ciri pola warna yang unik. Kira-kira terdapat 11-12 belang-belang hitam di punggungnya dan berselingan dengan 14-18 bercak disepanjang gurat sisi ikan.

Tujuan dan harapan dilakukan kegiatan buidaya ikan lokal adalah untuk mengembangkan kegiatan usaha budidaya ikan baik berupa usaha pembenihan maupun pembesaran sehingga produksi dan produktivitas ikan uceng akan dapat ditingkatkan, tidak hanya tergantung dari hasil tangkapan alam (sungai) yang semakin lama produksinya semakin menurun.  Benih ikan uceng yang dibudidaya diperoleh dari UPT Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur melalui Program Pisces Reborn. Program Pisces Reborn adalah program akuakultur ramah lingkungan dan berkelanjutan, yang berhasil mendukung program Gubernur Jawa Timur melalui program Suaka Ikan untuk melestarikan habitat / ekosistem yang sekaligus mampu menurunkan tingkat kepunahan ikan lokal di Provinsi Jawa Timur.   Ukuran tubuhnya yang kecil dan habitatnya yang berupa bebatuan hingga perairan berkerikil menyebabkan ikan ini mudah untuk bersembunyi dan sangat susah ditangkap. Menurut Brown, (1975) dalam Kottelat et al., (1993), ikan uceng memiliki badan memanjang, ditemukan pada perairan dengan kandungan oksigen terlarut tinggi, hidup di tepi sungai pada bagian dangkal dan dasar sungai ba

BUDIDAYA IKAN UCENG

Sebelum dilakukan penebaran benih pada kolam tersebut ditumbuhkan pakan alami terlebih dahulu. Menurut Fishbase (2010) ikan uceng biasa memakan organisme-organisme bentik dan detritus. Pengetahuan kebiasaan makan ikan uceng  di habitat aslinya sangat menentukan dalam mendukung keberhasilan proses pengembangan budidaya.

Tujuan dan harapan dilakukan kegiatan buidaya ikan Uceng lokal adalah untuk mengembangkan kegiatan usaha budidaya ikan baik berupa usaha pembenihan maupun pembesaran sehingga produksi dan produktivitas ikan uceng akan dapat ditingkatkan, tidak hanya tergantung dari hasil tangkapan alam (sungai) yang semakin lama produksinya semakin menurun.

Benih ikan uceng yang dibudidaya diperoleh dari UPT Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur melalui Program Pisces Reborn. Program Pisces Reborn adalah program akuakultur ramah lingkungan dan berkelanjutan, yang berhasil mendukung program Gubernur Jawa Timur melalui program Suaka Ikan untuk melestarikan habitat / ekosistem yang sekaligus mampu menurunkan tingkat kepunahan ikan lokal di Provinsi Jawa Timur. 

Ukuran tubuhnya yang kecil dan habitatnya yang berupa bebatuan hingga perairan berkerikil menyebabkan ikan ini mudah untuk bersembunyi dan sangat susah ditangkap. Menurut Brown, (1975) dalam Kottelat et al., (1993), ikan uceng memiliki badan memanjang, ditemukan pada perairan dengan kandungan oksigen terlarut tinggi, hidup di tepi sungai pada bagian dangkal dan dasar sungai batu, kerikil dan pasir. Spesies ini mampu berenang melawan arus.

IKAN UCENG GORENG

Genus ini memiliki lebih dari 450 spesies dengan distribusi di Cina bagian selatan, Selatan dan Asia Tenggara, Baluchistan, Iran barat dan timur laut Afrika. Ikan dari genus Nemacheilus ditandai dengan sirip punggung yang agak pendek (7 atau 8 cabang), garis longitudinal, membentuk sebuah band diseluruh tubuh ke arah sirip ekor, bola mata berwarna hitam besar. Lubang hidung dekat satu sama lain , tubular tapi tidak diperpanjang sebagai sungut. Mulut setengah lingkaran, bibir agak berdaging, sangat berkerut, bibir atas dengan sepasang barbel (Kottelat et.al.,1993).

Ikan Uceng (Nemachilus fasciatus)

Ukuran tubuhnya yang kecil dan habitatnya yang berupa bebatuan hingga perairan berkerikil menyebabkan ikan ini mudah untuk bersembunyi dan sangat susah ditangkap. Menurut Brown, (1975) dalam Kottelat et al., (1993), ikan uceng memiliki badan memanjang, ditemukan pada perairan dengan kandungan oksigen terlarut tinggi, hidup di tepi sungai pada bagian dangkal dan dasar sungai batu, kerikil dan pasir. Spesies ini mampu berenang melawan arus.

Budidaya Ikan Uceng

Saat ini keberadaan ikan uceng di alam liar sangat terancam. Ikan uceng sangat sulit untuk dibudidayakan. Menurut Mark (2006), Spesies ini terbiasa di alam liar. Bila ingin memelihara ikan ini dalam sebuah media seperti akuarium, maka akuarium harus memiliki tingkat aliran air yang baik dan sirkulasi oksigen yang baik pula untuk mensimulasikan sungai di pegunungan yang cukup mengalir. 

Substrat harus terdiri dari pasir air yang halus atau kerikil yang halus yang akan membantu untuk melindungi daerah barbel sensorik yang sensitif. Sisa tangki harus dilengkapi dengan kerikil/cobbles bulat dan tumpukan batu dan bogwood untuk membuat tempat persembunyian.

Di alam liar, Menurut Fishbase (2010) ikan uceng biasa memakan organisme-organisme bentik dan detritus. Pengetahuan kebiasaan makan ikan uceng di habitat aslinya sangat menentukan dalam mendukung keberhasilan proses pengembangan budidaya.

Kebiasaan Ikan Uceng

Di alam liar pada sore hari biasanya ikan uceng mulai keluar dari persembunyiannya menuju perairan dangkal untuk mencari makan. Hal tersebut berlangsung sampai dengan jam malam hari, dan uceng akan menghilang kembali ke persembunyian dan akan keluar ke kedangkalan lagi antara jam 4 dini hari sampai dengan jam 6 pagi. Setelah jam itupun ikan uceng akan kembali ke persembunyiannya, yang tepatnya pada kedalaman berapa centi meter, namun sangat susah ditemukan.

Mengenal Ikan Uceng (Nemachilus fasciatus)

ikan uceng uceng uceng adalah ikan uceng hias uceng ikan harga ikan uceng makanan ikan uceng budidaya ikan uceng ikan uceng aquascape ikan uceng adalah jual ikan uceng hidup ikan uceng sungai jual bibit ikan uceng harga ikan uceng per kg cara budidaya ikan uceng pakan ikan uceng budidaya uceng jual ikan uceng ikan uceng terbesar
IKAN UCENG

Alasan utama kenapa spesies ikan tertentu berkumpul di daerah tertentu diperkirakan jadi seperti berikut :

a) Ikan memilih kehidupan lingkungan yang sesuai untuk spesiesnya.

b) Mereka memburu sumber makanan yang berlimpah.

c) Mereka mencari tempat yang sesuai untuk memijah dan berkembang biak.

Ikan Uceng (Nemacheilus fasciatus) merupakan komoditas ikan air tawar dengan habitat asli di perairan sungai. Penyebaran ikan uceng meliputi wilayah Asia, khususnya Indonesia di Sumatera, Jawa (Fishbase, 2017), dan Kalimantan (Kottelat et al., 1993). Ikan uceng biasanya dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi oleh masyarakat di Kabupaten Temanggung sebagai sumber protein hewani. 

Ikan uceng termasuk dalam ordo cypriniformes yang memiliki kandungan asam lemak tidak jenuh, seperti omega-3 (EPA dan DHA) dan omega-6 yang bermanfaat bagi tubuh manusia untuk mencerdaskan otak, serta membantu masa pertumbuhan (Sitanggang, 2014). Dalam Ath-Thar, et al. (2018).

KLASIFIKASI IKAN UCENG (NEMACHEILUS FASCIATUS)

Menurut Fishbase 2004 dalam Wibisono 2014, dalam ilmu taksonomi hewan, klasifikasi ikan Uceng adalah sebagai berikut :

Kingdom : Animalia

Phylum : Chordata

Class : Osteichtyes

Order : Cypriniformes

Family : Ballitoridae

Subfamily : Nemachellinae

Genus : Nemachellus

Spesies : Nemachellus Fasciatus Valenciennes

MORFOLOGI IKAN UCENG (NEMACHEILUS FASCIATUS)

Ikan dari genus Nemachellus ditandai dengan sirip punggung yang agak  pendek (7 atau 8 cabang), garis longitudinal, membentuk sebuah band diseluruh tubuh    ke arah sirip ekor, bola mata berwarna hitam besar. Lubang hidung dekat satu sama lain tubular tapi tidak diperpanjang sebagai sungut. Mulut setengah lingkaran, bibir agak berdaging, sangat berkerut, bibir atas dengan sepasang barbel (Kottelat et al.,1993 dalam Wibisono, 2014).

Pada Uceng jantan bentuk tubuhnya lebih langsing dengan pewarnaan tubuh yang lebih cerah daripada betina. Ekor jantan biasanya berwarna merah sedangkan hal yang sama tidak ditemukan pada Uceng betina (Wibisono, 2014).

IKAN UCENG HIAS AIR TAWAR
IKAN UCENG HIAS

Ikan Uceng merupakan hewan endemis di Sungai Setail, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi. Tak seperti dulu, kini Ikan Uceng di sungai tersebut semakin hari semakin menghilang.

Dulu, ikan tersebut sangat banyak dan mudah dijumpai warga sekitar. Warga bahkan sering berlomba menangkap ikan tersebut saat mengisi waktu senggang.

Kini ikan kecil yang nikmat bila diolah itu berangsur tak tersisa. Jangankan menangkapnya, menjumpai saja warga kesulitan. Kalau pun ada, hanya segelintir.

Berbagai spekulasi muncul dari mulut warga. Namun belakangan ada yang menyebut bahwa hilangnya Ikan Uceng di Sungai Setail diduga akibat air sungai sering tercemar.

"Dulu kalau saya pasang perangkap (telik), satu telik bisa mendapatkan Ikan Uceng setengah kilogram. Namun sekarang hanya bisa dihitung dengan jari tangan," terang Herman (41), warga Dusun Krajan, Desa Purwodadi.

Herman beranggapan, sulitnya mendapatkan Ikan Uceng di Sungai Setail lantaran banyaknya sampah di sana. Sebab, ikan jenis ini hanya menyukai air yang jernih.

"Ikan kecil seperti Uceng ini memang tidak mau jika airnya tercemari. Mereka suka air yang jernih. Buktinya dulu ketika saya pasang alat berupa telik bisa mendapatkan banyak sekali, lain dengan sekarang," ungkap Herman.

Padahal, lanjutnya, perilaku warga dalam menangkap ikan ini cukup ramah dan tergolong tradisional. Seperti yang dilakukan Herman, yang memilih menggunakan telik, alat tangkap dari bambu.

Dalam sekali tangkap, Herman biasanya memasang 30 unit telik kemudian ditanam di dalam air. Umpannya hanya butuh tempe mentah, roti tawar ditambah bawang putih. Cara yang unik untuk menangkap ikan.

"Bahan tersebut ditumbuk jadi satu sampai halus lalu dimasukkan ke dalam telik kemudian ditutup. Saat menanam telik di sungai jangan lupa diberi tanda kayu kecil," jelasnya.

Pemasangan telik biasanya dilakukan pada sore hari hingga kemudian pagi harinya dapat dipanen atau diangkat. Hasilnya, selain dapat digunakan lauk sehari-hari juga dijual untuk membantu perekonomian keluarga.

"Saya harap masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai, apalagi sampai mencari ikan dengan cara meracuni. Itu semua sangat disayangkan. Biarlah Ikan Uceng ini bisa dirasakan sampai anak cucu kita," tambahnya.

Ikan Uceng mungkin sangat asing di telinga anak zaman sekarang. Apalagi sampai tidak pernah merasakan kelezatannya yang ternyata mengandung protein yang baik bagi tubuh

HABITAT IKAN UCENG (NEMACHEILUS FASCIATUS)

Ikan Nemachellus sp. ini sangat susah ditangkap karena hidupnya banyak ditemukan di habitat bebatuan hingga perairan berkerikil dan ukuran tubuh yang kecil (Risyanto et al., 2010 dalam Wibisono,2014). Nemachellus sp. dengan badan memanjang ditemukan pada perairan dengan kandungan oksigen terlarut tinggi, hidup di tepi sungai pada bagian dangkal dan dasar dasar sungai batu, kerikil serta pasir. Spesies ini mampu berenang melawan arus (Brown, 1975; Kottelat et al., 1993 dalam Wibisono,2014). Menurut Mark (2006) dalam Wibisono (2014), spesies ini terbiasa di alam Liar.

Bila ingin memelihara ikan ini dalam sebuah akuarium, maka akuarium harus Memiliki tingkat aliran air yang baik dan sirkulasi oksigen yang baik pula untuk mensimulasikan sungai di pegunungan yang cukup mengalir. Substrat harus terdiri dari pasir air yang halus atau kerikil yang halus akan membantu untuk melindungi daerah barbel sensorik yang sensitif. Sisa tangki harus dilengkapi dengan kerikil/ cobbles bulat dan tumpukan batu serta bogwood untuk membuat tempat persembunyian.

TINGKAH LAKU IKAN UCENG (NEMACHEILUS FASCIATUS)

MANCING BARENG TAMAN DI SUNGAI MENDAPAT IKAN UCENG
MANCING IKAN UCENG

Tingkah laku ikan adalah adaptasi tubuh ikan terhadap pengaruh lingkungan internal dan eksternal. Yang termasuk lingkungan eksternal adalah oksigen, cahaya, salinitas, dan factor lingkungan lainnya. Yang termasuk lingkungan internal adalah kematangan gonad, pertumbuhan (WIbisono,2014). Menurut Perkasa (2013) dalam dalam Wibisono(2014), pada jam 3 sore biasanya ikan Uceng mulai keluar dari persembunyiannya menuju perairan dangkal (kurang lebih kedalaman 20-40 cm untuk mencari makan).

Hal tersebut berlangsung sampai dengan jam 10 malam, dan Uceng akan menghilang kembali ke persembunyiannya dan akan keluar ke kedangkalan lagi antara jam 4 dini hari sampai dengan jam 6 pagi. Setelah jam itupun ikan Uceng akan kembali ke persembunyiannya, yang tepatnya pada kedalaman berapa centi meter, namun sangat susah ditemukan. Alasan utama kenapa spesies ikan tertentu berkumpul ditempat tertentu :

a. Ikan memilih kehidupan lingkungan yang sesuai untuk spesiesnya.

b. Mereka memburu sumber makanan yang berlimpah.

c. Mereka mencari tempat yang sesuai untuk memijah dan berkembang biak.

REPRODUKSI IKAN UCENG (NEMACHEILUS FASCIATUS)

Reproduksi merupakan salah satu mata rantai dalam siklus kehidupan yang saling berhubungan dengan mata rantai lainnya yang akan menjamin kelangsungan hidup spesies. Siklus reproduksi pada ikan tetap berlangsung selama fungsi reproduksi masih normal. Reproduksi ikan erat kaitannya dengan perkembangan gonad. Pertambahan berat gonad akan diikuti oleh pertambahan berat ikan serta bertambahnya diameter telur dan perkembangan tingkat kematangan gonad(Wibisono, 2014). Menurut Tjahjo et al.,(2000) dalam Wibisono (2014), ikan Uceng (2,12-5,55g) mempunyai felkunditas total berkisar 2.257-13.760 butir telur. Pola sebaran diameter telur menunjukkan bahwa pemijahan terjadi sekali dalam satu tahun (musim) dengan lama waktu pemijahan relatif panjang.

CIRI-CIRI IKAN UCENG (NEMACHEILUS FASCIATUS)

Bentuk mulut setengah lingkaran, bibir agak berdaging, sangat berkerut, serta memiliki sepasang barbel pada bibir atas, pada jantan ekor berwarna merah sedangkan pada betina tidak ditemukan(Kottelat et al., 1993 dalam Wibisono, 2014).

PERAN IKAN UCENG (NEMACHEILUS FASCIATUS) DI PERAIRAN

Menurut Fishbase (2013), ikan Uceng adalah jenis ikan herbivora yaitu pemakan organisme bentik seperti plankton dan detritus. Sehingga dalam hal ini Uceng berperan sebagai predator bagi plankton dan tumbuhan air pada umumnya.

FISIOLOGI IKAN UCENG (NEMACHEILUS FASCIATUS)

a. Sistem Ekskresi

Ikan mempunyai alat ekskresi berupa sepasang ginjal berwarna kemerahan. Ginjal dengan saluran urine yang muaranya menyatu dengan muara kelamin dinamakan muara saluran urogenitalis (terdapat dibelakang anus). Alat ekskresi ikan terdiri dari: 1) Insang yang mengeluarkan CO2 dan H2O; 2) Kulit (kelenjar kulitnya) mengeluarkan lendir sehingga tubuhnya licin untuk memudahkan gerak di dalam air; 3) Sepasang injal (sebagian besar ikan) untuk mengeluarkan urine.

Ikan air tawar cenderung menyerap air dari lingkungannya dengan cara osmosis. Insang ikan air tawar secara aktif memasukkan garam dari lingkungan ke dalam tubuh. Ginjal akan memompa keluar kelebihan air sebagai air seni. Ginjal mempunyai glomerulli dalam jumlah banyak dengan diameter besar. 

Ini dimaksudkan untuk lebih dapat menahan garam-garam tubuh agar tidak keluar an sekaligus memompa air seni sebanyak-banyaknya. Ketika cairan dari badan malpighi memasuki tubuli ginjal, glukosa akan diserap kembali pada tubuli proximallis dan garam-garam diserap kembali pada tubuli distal. Dinding tubuli ginjal bersifat impermeable (kedap air, tidak dapat tembus) terhadap air. Urine yang dihasilkan mengandung konsentrasi air yang tinggi(Fujaya,2004).

b. Sistem Pencernaan

Pencernaan adalah proses penyederhanaan makanan melalui cara fisik dan kimia sehingga menjadi sari-sari makanan yang mudah diserap di dalam usus kemudian diedarkan ke seluruh organ tubuh melalui sistem peredaran darah. Saluran pencernaan pada ikan dimulai dari rongga mulut (cavum oris). Di dalam rongga mulut terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakkan serta banyak menghasilkan lendir tetapi tidak menghasilkan ludah (enzim).

Dari rongga mulut, makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang. Dari esophagus masuk ke lambung, pylorus, usus, rectum dan terakhir adalah anus. Kelenjar pencernaan terdiri dari hati dan pankreas yang berguna untuk menghasilkan enzim pencernaan yang nantinya akan bertugas membantu proses penghancuran makanan(Raharjo dkk, 2011).

REPRODUKSI IKAN UCENG (NEMACHEILUS FASCIATUS)

TEMPAT MENARUH IKAN UCENG DI KOLAM MAUPUN SUNGAI
KERAMBA IKAN UCENG

Ikan merupakan kelompok hewan ovipar, ikan betina dan ikan jantan tidak memiliki alat kelamin luar. Ikan betina tidak mengeluarkan telur yang bercangkang tetapi mengeluarkan ovum yang tidak akan berkembang lebih lanjut apabila tidak dibuahi oleh sperma. Ovum tersebut dikeluarkan dari ovarium melalui oviduk dan dikeluarkan melalui kloaka. Saat akan bertelur, ikan betina mencari tempat yang rimbun oleh tumbuhan air atau diantara bebatuan di dalam air.

Bersamaan dengan itu, ikan jantan juga mengeluarkan sperma dari testis yang disalurkan melalui saluran urogenital (saluran kemih sekaligus saluran sperma) dan keluar melalui kloaka sehingga terjadi fertilisasi di dalam air (fertilisasi eksternal). Peristiwa ini terus berlangsung sampai ratusan ovum yang dibuahi melekat pada tumbuhan air atau pada celah-celah batu.

MANFAAT IKAN UCENG (NEMACHEILUS FASCIATUS)

Saat ini populasi ikan uceng di alam semakin menurun (Subagja et al., 2016) karena penangkapan ikan secara berlebihan. Umumnya masyarakat mendapatkan ikan uceng dengan penangkapan menggunakan jaring, pancing, bahkan dengan setrum. Pengembangan budidaya ikan uceng melalui tahapan domestikasi perlu dilakukan untuk mengurangi kegiatan penangkapan ikan uceng di alam dan melakukan program pemuliaannya.

 Domestikasi merupakan proses penjinakan suatu organisme yang berasal dari alam (wild type) untuk dipelihara dan dibudidayakan dalam wadah terkontrol (Lorenzen et al., 2012). Proses domestikasi bertujuan untuk mengadaptasikan organisme liar dalam kondisi budidaya sehingga berlangsung seleksi performa terbaik secara alamiah yaitu individu yang dapat merespons kondisi lingkungan budidaya dapat bertahan hidup, menerima pakan buatan, serta dapat tumbuh dan berkembang biak dengan baik (Ath-Thar, et al. 2018).

Peranakan ikan uceng hasil pemijahan buatan Balai Penelitian dan Pengembangan Budi Daya Ikan Air Tawar Bogor bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, akan dikembalikan dengan ditebar ke sungai. Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Temanggung M. Hadi di Temanggung, Jumat (15/9/2017), mengatakan hasil penelitian itu nantinya bisa dibudidayakan masyarakat.

 "Hasil budi daya tersebut nantinya sebagian bisa kami beli untuk program 'restocking' dan kami kembalikan lagi ke sungai untuk menambah populasi ikan uceng di sungai. Kalau sekarang sebagian besar uceng itu hasil tangkap, belum ada upaya 'restocking'," katanya. Ia mengatakan harga ikan uceng tetap stabil dan tidak pernah turun, yakni Rp250 ribu hingga Rp300 ribu per kilogram, untuk uceng goreng. Harga uceng mentah Rp70 ribu per kilogram dan mentah hidup Rp100 ribu per kilogram. Ia mengatakan ikan uceng yang menjadi salah satu ciri khas Temanggung itu selalu diburu masyarakat, khususnya pecinta kuliner. 

Hadi mengatakan ke depan ikan uceng akan didaftarkan untuk mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM. "Kami baru siapkan dokumen untuk mengusulkan dapat sertifikat IG tersebut," katanya. Ia menuturkan kalau dokumen tahun ini selesai, mudah-mudahan pada 2018 sertifikat IG sudah turun. Ia mengatakan melalui IG diharapkan kerja sama antara Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Temanggung dengan Kementerian Kelauatan Perikanan ada hasilnya sehingga Temanggung mempunyai hak paten. "Ikan uceng ini hanya ada di Pulau Jawa dan tersebar di beberapa daerah, tetapi di daerah lain belum sampai ke budi daya," katanya.

Ikan uceng adalah ikan yang cukup fenomenal dan familiar di daerah Temanggung, di sana ikan uceng kerap dijumpai di toko oleh-oleh khas Temanggung. Namun siapa sangka selain dijadikan konsumsi, ternyata ikan ini masih menyimpan banyak manfaat yang belum terungkap oleh orang-orang saat ini.

Oleh sebab itu di sini hobinatang.com akan mengungkap fakta fakta menarik tentang ikan uceng, supaya kalian yang masih asing dengan ikan uceng dapat mengenal lebih dalam terhadap ikan lokal asli Indonesia ini.

Ikan Uceng (Nemacheilus Fasciatus)

SUNGAI TERBANYAKIKAN UCENG YANG BISA KITA PANCINGI
SPOT MANCING IKAN UCENG

Ikan uceng memiliki nama ilmia Nemacheilus fasciatus, dia dari ordo Cypriniformes. Di Indonesia sendiri ikan uceng sempat booming karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Bahkan sekitar tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Temanggung berencana menjadikan ikan uceng sebagai komoditas terbaru bagi daerahnya. Wah' makin penasaran nih! Memang apa sih yang membuatnya spesial? Yuk simak fakta lengkap mengenai uceng di bawah ini:

1. Ikan Uceng Habitat Asli di Perairan Indonesia

Fakta Ikan Uceng (Nemacheilus Fasciatus)

Tentu saja fakta pertama adalah habitat aslinya yang berasal dari perairan Indonesia, ikan uceng tinggal di perairan yang memiliki deras di daerah bebatuan dan kerikil, ikan ini kerap dijumpai di perairan yang ada di Jawa Tengah termasuk Temanggung, Jawa Timur, Jawa Barat dan ada juga di Sumatera. Meski demikian ikan lokal ini lebih populer di daerah Temanggung, karena sering dijual sebagai oleh-oleh wisata kuliner kota tembakau (sebutan kota Temanggung).

2. Ciri Ciri dan Karakter Ikan Uceng yang Unik

Fakta Ikan Uceng (Nemacheilus Fasciatus)

Karakter ikan uceng juga unik, dia suka bersembunyi di dalam kerikil dan bebatuan yang ada di kali/sungai deras. Saat sore hari biasanya ikan tersebut akan keluar dari persembunyiannya untuk mencari makan, tidak lama lagi ikan uceng akan kembali bersembunyi dan akan keluar mencari makan lagi saat pukul 4-6 dini hari. Makanya bebatuan merupakan habitatnya.

3. Ikan Uceng Bisa Dijadikan Ikan Hias dan Ikan Konsumsi

Orang-orang hanya menilai kalau ikan uceng adalah ikan konsumsi yang sangat gurih, padahal sebenarnya ikan ini bisa dijadikan sebagai ikan hias akuarium atau bisa juga dijadikan ikan aquascape. Terbukti banyaknya para hobiis yang sudah memelihara ikan ini di dalam akuarium mereka.

Akan tetapi disarankan bila anda memelihara ikan ini akuariumnya harus dilengkapi filter dan memiliki tingkat aliran air yang baik serta sirkulasi oksigen yang baik pula. Hal ini untuk menyesuaikan supaya mirip seperti habitat aslinya. Berikan substrat dari pasir halus atau kerikil agar membantu melindungi daerah yang sensitif, boleh juga ditambahkan batu sebagai tempat persembunyiannya.

4. Ikan Bisa Membersihkan Alga di Aquascape

Fakta Ikan Uceng (Nemacheilus Fasciatus)

Sebagaimana yang sudah saya jelaskan pada fakta ketiga di atas, ikan uceng bisa dijadikan sebagai jenis ikan aquascape. Berfungsi membersihkan alga (semacam pengganggu aquascape), lumut atau kotoran kotoran yang ada di dalam aquascape. Tapi tidak direkomendasikan apabila anda memelihara udang di dalamnya, menurut pengalaman ikan uceng bisa memakan udang-udang kecil serta mengganggu ikan pembersih akuarium lainnya seperti ikan CAE atau ikan otocinclus.

Baca: Jenis ikan pembersih akuarium atau aquascape (Algae Eaters)

5. Ikan Uceng Rasanya Gurih saat Dikonsumsi

Ikan Uceng (Nemacheilus Fasciatus)

Tidak diragukan lagi manusia memiliki citra rasa yang sangat sedap dan gurih, umumnya masyarakat mengolah ikan uceng menjadi peyek goreng, kemudian dikemas dan dijual di toko oleh-oleh khas Temanggung. Makanya banyak sekali yang tertarik untuk mengkonsumsi ikan lucu sebagai lauk pauk di rumah.

6.  Keberadaan Ikan Uceng Semakin Langka Hampir Punah

Fakta Ikan Uceng (Nemacheilus Fasciatus)

Berhubung ikan yang memiliki citarasa yang sangat gurih, akhirnya masyarakat berbondong-bondong mencari ikan lokal ini untuk dijual kepada konsumen atau sekedar dikonsumsi sendiri di rumah. Namun ternyata hal ini menyebabkan ikan uceng semakin langka akibat sering ditangkap.

7.  Harga Ikan Uceng Cukup Mahal

Besarnya permintaan masyarakat terhadap ikan uceng dan disertai rendahnya pendapatan dari ikan ini membuat harganya melambung tinggi. Yang masih mentah saja harganya bisa mencapai Rp100.000-Rp150.000/kg, sedangkan yang sudah matang atau sudah digoreng harganya bisa mencapai Rp200.000-Rp300.000/kg.

8. Ikan Uceng Susah Ditangkap

Karena memiliki kebiasaan sering bersembunyi, membuat ikan uceng susah ditangkap. Meski demikian banyak masyarakat Indonesia yang mendapatkan ikan uceng ini dengan cara di pancing atau menggunakan jaring atau juga menggunakan celik semacam anyaman bambu mirip bubu yang ukurannya lebih kecil. (Silahkan cari di google "Apa itu celik" wkkw)

9. Ikan Uceng Sulit Dibudidayakan

UKURAN KAIL TERBAIK UNTUK PANCING IKAN UCENG
KAIL PANCING IKAN UCENG

Fakta Ikan Uceng (Nemacheilus Fasciatus)

Selain keberadaannya mau punah, ikan uceng juga susah dibudidayakan sehingga jumlahnya menjadi terbatas. Inilah salah satu alasan mengapa ikan uceng sangat mahal. Menurut laporan yang kami baca di merdeka.com, Bupati Temanggung, Bambang Sukarno mengatakan kalau metode pengembangbiakan ikan uceng masih dalam penelitian, saat ini masih dilakukan reset,

BACA JUGA

Jenis Ikan Mas Komet Tercantik Beserta Gambar dan Harganya Terbaru

Perlengkapan Aquarium Ikan Hias dan Fungsinya Lengkap

Ternak Ikan Nila Dengan Terpal Dijamin Berhasil

"Mengingat langkanya ikan uceng, membuat kami berencana ingin menjadikan uceng sebagai  ikan baru di bidang makanan. Sekarang kami sedang meneliti supaya uceng dapat dikembangbiakkan sendiri" ucap Bupati Temanggung, dilansir dari merdeka.com


Sejauh ini para konsumen hanya mengandalkan tangkapan para nelayan, tapi semoga tidak lama lagi ikan ini bisa dibudidayakan dengan mudah oleh masyarakat. Karena pernyataan Bupati di atas terjadi pada tahun 2017, sedangkan hari ini mungkin sudah ada yang berhasil membudidayakannya.

10. Ikan Uceng Mirip dengan Ikan Jeler

Fakta Ikan Uceng (Nemacheilus Fasciatus)

Uceng

Fakta Ikan Uceng (Nemacheilus Fasciatus)

Jeler

Fakta lain dari ikan uceng adalah memiliki kemiripan dengan ikan jeler kecil. Ikan jeler adalah jenis ikan air tawar yang bertubuh kecil. Nama ilmiahnya Nemacheilus chrysolamios, melihat nama ilmiahnya ternyata ikan jeler masih satu genus (Nemacheilus) dengan ikan uceng. Sehingga tidak heran kalau mereka berdua mempunyai kemiripan. Yang penting kalian tidak salah menilai ya Sob!

Sebagaimana yang anda lihat pada gambar di atas, ikan jeler dan ikan uceng memiliki perbedaan pada struktur pola tubuhnya. Yang mana pada ikan jeler kecil terdapat 9 sampai 18 belang berwarna gelap tipis di sepanjang tubuhnya, pada kepalanya berwarna coklat dan terdapat bintik gelap diantara kedua matanya.

11. Ikan Uceng Mengandung Banyak Vitamin

MASAKANIKAN UCENG UNTUK LALAPAN PALING NIKMAT

Jika dikonsumsi bisa mendatangkan berbagai macam manfaat diantaranya mendapat vitamin A untuk mencegah kebutaan anak, vitamin D untuk pertumbuhan dan kekuatan tulang dan juga akan mendapat vitamin B kompleks. Karena ikan uceng mengandung vitamin B kompleks yang terdiri dari B1 (thiamine) B2 (riboflavin), B3 (niacin), B5 (asam pantotenat), B6, B9, B12 dan B7 (biotin).

12. Ikan Uceng Mengandung Zat Besi

Mengenal Ikan Uceng

Manfaat lain ikan uceng adalah mengandung zat besi yang gampang diserap oleh tubuh yodium supaya tidak terjadi penyakit gondok. Selain itu zat besi dari ikan uceng sangat bermanfaat untuk kesehatan manusia, karena zat tersebut sangat dibutuhkan dalam produksi hemoglobin yang kemudian membawa oksigen pada seluruh tubuh. Sangat cocok buat kalian yang mudah lelah akibat kekurangan zat besi.

13. Ikan Uceng Mengandung Sodium

Apa itu sodium? Sodium adalah semacam elemen elektrolit yang mampu membantu mengatur keseimbangan cairan sel tubuh pada manusia. Jadi apabila kalian mengkonsumsi ikan uceng bisa tetap segar akibat keseimbangan sel terjaga.

14. Pada Ikan Uceng Terdapat Kandungan Kalsium

Kekurangan kalsium bisa menjadikan tulang keropos. Makanya kalsium selalu dibutuhkan tubuh manusia demi memperkuat tulang dan gigi serta memperbaiki bagian tulang yang keropos. Umumnya untuk menambah kalsium orang-orang memilih meminum susu, padahal kalsium bukan hanya ada pada susu, tapi juga ditemukan pada ikan uceng.

15. Ikan Uceng Dapat Meningkatkan Kekebalan Tubuh Manusia

Fakta berikutnya adalah bisa menambah kekebalan tubuh. Kandungan vitamin dan protein pada ikan uceng dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Kekebalan tubuh sendiri sangat penting dimiliki oleh manusia. Apabila kita tidak memiliki kekebalan tubuh yang bagus, maka bisa mudah terserang penyakit. Oleh sebab itu konsumsilah ikan uceng, agar kalian tidak mudah terserang penyakit dan segar saat melakukan aktivitas sehari-hari.

16. Mencegah Berbagai Penyakit

Wow selain bisa menambah kekebalan tubuh, ternyata bisa juga mencegah berbagai penyakit. Hal itu disebabkan karena di dalam uceng terdapat kandungan omega 3, yang mana omega 3 bermanfaat menyembuhkan penyakit seperti penderitaan osteoarthritis dan lain sebagainya.

17. Uceng Mampu Mencerdaskan Anak

Kandungan omega 3 yang ada pada uceng sangat mampu membantu proses perkembangan otak pada janin dan juga perkembangan fungsi syaraf dan penglihatan bayi. Sehingga cocok buat ibu hamil.

18. Uceng dapat Menurunkan Kadar Trigliserida

Mungkin banyak yang belum kenal apa itu trigliserida. Sederhananya trigliserida itu semacam lemak utama yang mengalir di dalam darah manusia, apabila kalian terlalu banyak trigliserida maka bisa menumpuk pada hati dan dinding pembuluh darah. Tentu saja hal itu tidak baik. Nah supaya kandungan trigliserida turun, kalian bisa mengkonsumsi ikan uceng.

19. Manfaat Lainnya

OLAHAN IKAN UCENG UNTUK HIDANGAN MASAK
IKAN UCENG KRISPI

Daftar manfaat di atas hanyalah  yang terpenting, masih banyak manfaat lainnya dari ikan uceng. Di antaranya dapat mengobati radang, dapat mengobati penyakit jantung koroner, dapat mencegah obesitas serta mencerahkan bola mata. Selanjutnya bisa mencegah penyakit pneumonia.

20. Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

Inilah fakta terakhir yang perlu Anda ketahui. Jika ikan lokal tersebut berhasil dibudidayakan di luar habitatnya, bukan tidak mungkin akan meningkatkan ekonomi masyarakat. Karena harganya yang mahal dan manfaatnya yang berlimpah.

Itulah 20 fakta ikan uceng yang wajib anda ketahui. Semoga semua fakta di atas bisa menambah wawasan kita kalau ikan uceng itu bukan hanya bisa dikonsumsi tapi bisa juga dijadikan ikan hias aquascape. Salam dari kami, penghobi binatang.

ikan uceng

uceng

uceng adalah

ikan uceng hias

uceng ikan

harga ikan uceng

makanan ikan uceng

budidaya ikan uceng

ikan uceng aquascape

ikan uceng adalah

jual ikan uceng hidup

ikan uceng sungai

jual bibit ikan uceng

harga ikan uceng per kg

cara budidaya ikan uceng

pakan ikan uceng

budidaya uceng

jual ikan uceng

ikan uceng terbesar

buidaya ikan Uceng lokal adalah untuk mengembangkan kegiatan usaha budidaya ikan baik berupa usaha pembenihan maupun pembesaran sehingga produksi dan produktivitas ikan uceng akan dapat ditingkatkan, tidak hanya tergantung dari hasil tangkapan alam (sungai) yang semakin lama produksinya semakin menurun.

Post a Comment for "Budidaya Ikan Uceng"